DINI HARI AKU TAKUT MATI
Ia menungguku di balik pintu. Mengintai dari loker meja, tempat pisau alis ku simpan, bahkan berjaga di pembatas buku besi. Ia sungguh awas. Aku sangat resah. doa-doa ku panjatkan, malah terdengar seperti igauan. Aku sangat tak berdaya, ingin kutarik selimut tutupi kepala namun selimut tak ku temukan. tetapi sekarang aku lebih pintar Aku menunggu mati di balik pintu, mengintai dari loker meja dan membawa pembatas buku besi untuk berjaga ...meanwhile, mati terbujur di kasur, kesulitan memejamkan mata. mulai kali ini aku tidak takut mati.