selkies

 "Jangan katakan, bahwa hidupmu hanya seputar masturbasi dan menikmati kesenangan pribadi"

****

    Kali ini petang datang lebih cepat dengan rintik hujan. Para orang tua menggiring anaknya–seperti bebek, menutup pintu, melipat jendela dan mendongengkan kisah sama berulang–petani yang menikahi anjing laut.

    Seseorang  berusia sebelas tahun berlari kecil menuju rumah gubuk beratap rumbia, menyalakan lampu minyak seperti biasa, memindahkan air dari gentong penadah hujan ke dalam kakus untuk pemilik rumah gunakan mandi esok harinya.

    Ia membasuh kaku penuh lumpur tanpa alas dengan siwur dari gentong air yang sama, membuka kunci pintu rumah dari seutas tali lalu membawa lampu minyaknya masuk.

"Kau sedang apa? Masturbasi?" tanyanya kepada pemilik rumah sembari mengamati sekeliling, merapikan ujung sprei lalu duduk di tepi dipan.

"Kau gila. Dengan apa aku melakukannya"

"Dengan gambar berukuran hampir separuh tempat tinggalmu," balasnya usai melihat spanduk bergambar untuk menutupi lubang-lubang pada dinding.

"Aku tak birahi hanya dengan gambar tanpa suara dan aroma, bahkan inderaku dirampas kegelapan"

"Lakukanlah dengan jari-jarimu dan bayangkan sesuatu yang indah."

"Hahaha"

Pemilik rumah itu terkekeh sambil menggelengkan kepala, "Banyak orangtua di dunia yang lebih suka anaknya berbuat kriminal ketimbang bermasturbasi"

"Tak perlu mengenang orang yang telah mati, lagipula aku bisa saja membantumu"

"Bayaran apa yang kau mau?" pemilik rumah memberikan penawaran,

"Bangunan tanpa lantai dengan ubi jalar di belakangnya"

"Tolong, sisakan sepetak untuk pemakamanku"


Yk, 28 Maret 2020


Komentar