dunia yang aneh.
Ujung-ujung jariku berwarna biru. Bisa jadi karena aku sengaja mengikatnya dengan karet rambutku sehingga bukan salahnya juga kalau tanganku jadi biru.
Kadang-kadang aku merasa memang begitulah dunia, begitulah hidup. Suara, gambar, sentuhan, peristiwa dan ingatan bersekongkol untuk membuat manusia menjadi bingung, heran, berpikir sejenak tapi lalu pasrah. Namun kadang aku juga ingin menyusun mereka menjadi sesuatu yang bisa kumengerti. Aku ingin berkenalan dengan kenyataan yang memusingkan. Aku ingin memberika tanda yang mungkin nantinya bisa menjadi penunjuk arah, seperti peluit dalam sebuah barisan, seperti peta. Hanya supaya aku bisa berjalan terus.
Lalu aku sampai di sebuah masa dimana aku berpikir bakal ada anak menempel di balik perutku yang kemudian melengkung. Semakin besar lengkungannya, semakin ia sering berputar-putar. Aku sudah terbiasa dengannya sehingga ketika ia keluar aku merasa takjub sekaligus kehilangan. Aku akan kedinginan lagi.
Akhirnya semua kata-kata, yang jelas maupun tak ku kenal, meluap tanpa henti. Menyakitiku, menyakiti orang-orang sekelilingku, menyembur dari mulutku, mengalir dari dari mataku, memecahkan barang-barang di jangkauan tanganku, meninggalkanku, mengotori dan meruntuhkan dunia yang tanpa sadar kubangun untukku sendiri. Dunia dimana hanya ada aku dan keangkuhan. Kata-kata, pada waktu itu menjadi musuh sekaligus pisau, menjauhkanku dari tidur nyenyak, membuatku berguling-guling, memukul-mukulkan bantal ke kasur, dunia yang berubah dalam sekejap, hanya karena satu malam ia mengurungku di kamar. Setan.
Dunia yang aneh. Aku ingin pergi, ke mana saja. Aku ingin pergi, melihat orang-orang yang belum pernah kulihat, ke tempat yang belum pernah kudatangi. Dunia yang aneh. Aku ingin melupakan cerita-cerita yang tak pernah kubagi dengan siapa pun juga. Aku ingin membongkar kuburan yang belum pernah kuziarahi. Dunia yang aneh. Apakah yang sedang terjadi? Dunia yang aneh.
Komentar
Posting Komentar