Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

apa?

apa yang ku cari di siang seperti ini ketika kedai kopi langganan saja masih riuh rendah oleh gelas-gelas yang bersentuhan dengan nampan, oleh cerita -cerita tentang hari yang baru setengah berjalan sementara pengeras suara mengumandangkan lagu-lagu lokal yang mendadak selalu terdengar salah di telingaku dan selalu saja ku cela, oh mungkin karena mejaku terlampau sunyi 
 aku terasa melankolis belakangan ini ilalang tercabut perlahan namun mesra aku tidak lagi merasakan apapun hanya sakit kepala yang tersisa

petualangan sepertiga tahun

 oh! lihat ia tersenyum lebih manis dari biasanya dan aku bisa melihat barisan gigi rapinya apa yang bisa kukatakan tentang kita? apakah ada jawaban salah dan benar? apakah kalau jawabanku salah aku akan bernasib seperti air sisa hujan semalam? menguap dan hilang apakah kalau jawabanku sekarang benar kau tak akan menyodori teka-teki lain lagi? di baliknya ku lihat ia bergerak keluar luar biasa lambat di antara mereka yang berlesatan dan ia se ma kin jauh sehingga walaupun ia menoleh  ia tak akan mampu melihatku apalagi mataku yang tergenang

kapal

dunia seperti laut dengan hamparan kegelapan aku takut dan tak suka namun ada kapal menghampiriku ia selalu tahu kapan aku sedang kesal atau kapan aku sedang sedih mungkin air mataku melayang dan mendatanginya membuka semua rahasia jika sudah begitu si kapal pasti langsung bergerak-gerak dan berputar seperti gasing galak sekali aku sering takut akan melukainya, atau diriku tapi tampaknya ia tahu, apa yang ia lakukan dan aku hanya bisa diam dan merasakan getarannya hampir seperti sihir aku terhanyut ke dalam dunia yang tak kukenal tapi tiba-tiba kumengerti semua ini karena si kapal ia tak hanya menemaniku di lautan ia mengalirkan listrik ke nadiku ia melepaskan harap pada angin padahal kapal tak bisa bicara aneh memang kapal itu ia terus bertahan walaupun aku menghujaminya dengan sakit hatiku yang kemudian juga menjadi sakit di hatinya seharusnya kami bisa saling membunuh tidak hanya menyakiti tapi ia memilih bertahan dan aku tak pernah mengerti bagaimana perasaannya kepadaku apakah mar...

dunia yang aneh.

Ujung-ujung jariku berwarna biru. Bisa jadi karena aku sengaja mengikatnya dengan karet rambutku sehingga bukan salahnya juga kalau tanganku jadi biru. Kadang-kadang aku merasa memang begitulah dunia, begitulah hidup. Suara, gambar, sentuhan, peristiwa dan ingatan bersekongkol untuk membuat manusia menjadi bingung, heran, berpikir sejenak tapi lalu pasrah. Namun kadang aku juga ingin menyusun mereka menjadi sesuatu yang bisa kumengerti. Aku ingin berkenalan dengan kenyataan yang memusingkan. Aku ingin memberika tanda yang mungkin nantinya bisa menjadi penunjuk arah, seperti peluit dalam sebuah barisan, seperti peta. Hanya supaya aku bisa berjalan terus. Lalu aku sampai di sebuah masa dimana aku berpikir bakal ada anak menempel di balik perutku yang kemudian melengkung. Semakin besar lengkungannya, semakin ia sering berputar-putar. Aku sudah terbiasa dengannya sehingga ketika ia keluar aku merasa takjub sekaligus kehilangan. Aku akan kedinginan lagi. Akhirnya semua kata-kata, yang jelas...